BANGGAI LAUT, 12/05/2026 – Pemerintah Kabupaten Banggai Laut secara resmi menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) menyusul insiden keracunan pangan yang menimpa puluhan warga di Desa Lambako, Kecamatan Banggai.
Langkah cepat ini diambil berdasarkan instruksi langsung Bupati Banggai Laut, Sofyan Kaepa, SH., M.Si., untuk memberikan penanganan medis prioritas bagi seluruh korban.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai Laut, Aryanto Latta, dalam wawancaranya menyampaikan bahwa tim kesehatan telah diterjunkan ke lapangan sejak laporan pertama diterima untuk melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE).
“Kami telah menginstruksikan Tim Gerak Cepat (TGC) Puskesmas bersama Dinas Kesehatan untuk menyisir seluruh wilayah Desa Lambako guna memastikan tidak ada warga terdampak yang terlewatkan dari penanganan medis,” ujar Aryanto Latta.
Berdasarkan data teknis, total korban mencapai 29 orang. Kelompok penderita terdiri dari 16 perempuan dan 13 laki-laki yang tersebar dari Dusun I hingga Dusun IV. Seluruh penderita menunjukkan gejala klinis yang serupa, yakni demam, sakit kepala, sakit perut, mual, muntah, dan diare.
Berikut adalah rincian penanganan korban hingga saat ini:
9 Pasien (31,03%): Dirujuk oleh bidan desa ke RSUD Banggai (RS Adean) karena kondisi fisik yang lemas.
14 Pasien (48,27%): Mendapatkan perawatan jalan melalui Bidan Desa Lambako.
6 Pasien (20,68%): Melakukan pengobatan mandiri atau melalui petugas kesehatan di luar wilayah.
Penyelidikan mengungkap bahwa gejala mulai dirasakan warga setelah mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) B3 yang didistribusikan pada Sabtu, 2 Mei 2026. Menu makanan tersebut diolah oleh SPPG Lompio yang berlokasi di Banggai.
Kadis Kesehatan menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan inspeksi langsung ke tempat pengolahan makanan tersebut bersama Penanggung Jawab Kesehatan Lingkungan (Kesling) untuk mengidentifikasi faktor risiko penularan.
“Status KLB ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah agar seluruh sumber daya dikerahkan maksimal. Kami juga sedang mengevaluasi standar prosedur pengolahan pangan di titik distribusi agar kejadian ini menjadi yang terakhir,” pungkas Aryanto Latta.
Publisher -Red
Reporter CN -Faisal
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










