Jakarta 20 April 2026– – Skandal dugaan korupsi pengadaan laptop dan infrastruktur jaringan di Badan Gizi Nasional atau BGN mulai memasuki babak baru. Badan Pemeriksa Keuangan bersama Kejaksaan Agung RI dikabarkan tengah melakukan pendalaman intensif terhadap proyek yang diduga merugikan keuangan negara hingga Rp500 miliar tersebut.
Dugaan penyimpangan ini mencuat berdasarkan laporan internal yang diterima Sekretariat Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia atau PPWI. Angka potensi kerugian yang fantastis ini menjadi sorotan tajam, mengingat sumber pendanaan program ini ditengarai berasal dari realokasi anggaran sektor krusial, termasuk dana pendidikan dan Dana Otonomi Khusus Papua.
Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, memberikan apresiasi sekaligus mendesak aparat penegak hukum untuk bergerak cepat tanpa pandang bulu. Menurutnya, integritas program strategis nasional kini sedang dipertaruhkan di mata publik.
Ikan sepat ikan gabus, lebih cepat lebih bagus. Penuntasan kasus ini harus segera dilakukan agar uang negara yang diperuntukkan bagi gizi generasi penerus bangsa tidak menguap begitu saja. Sangat ironis jika dana yang dipangkas dari sektor pendidikan justru diduga berakhir di kantong oknum tidak bertanggung jawab, ujar Wilson Lalengke di Jakarta, Minggu, 19 April 2026.
Selain menyoroti potensi kerugian negara, PPWI juga mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan evaluasi total terhadap manajemen internal BGN. Wilson meminta Presiden meninjau kembali posisi jabatan strategis di lembaga tersebut, termasuk kepemimpinan Kepala BGN Dadan Hindayana dan Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya.
Desakan ini didasari oleh kekhawatiran publik mengenai efektivitas dan rekam jejak kepemimpinan di lembaga baru tersebut. Narasi yang berkembang di internal BGN mengindikasikan adanya dugaan upaya yang dapat melemahkan program unggulan pemerintah demi kepentingan pihak tertentu.
Publik menantikan langkah nyata dari Presiden untuk melakukan pembersihan total di tubuh BGN. Jangan sampai program mulia untuk anak bangsa ini terhambat oleh masalah integritas pejabatnya, tambah Wilson.
Kasus yang mulai dikenal dengan sebutan laptop siluman ini dianggap sebagai ujian pertama bagi komitmen antikorupsi pemerintahan baru. Keberhasilan pengungkapan kasus ini akan menjadi preseden penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program Makan Bergizi Gratis yang menjadi pilar masa depan anak-anak Indonesia.
Pihak redaksi menegaskan bahwa kami menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dan asas keberimbangan. Oleh karena itu, redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak Badan Gizi Nasional maupun pihak-pihak terkait lainnya untuk memberikan hak jawab, hak koreksi, maupun klarifikasi resmi mengenai substansi pemberitaan ini demi akurasi informasi yang diterima masyarakat.
Publisher -Red
(TIM/Red)
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










