Sinyal Merah di Balik Meja Makan: Menguji Integritas Program MBG di Kebumen
Opini Publik:
Oleh: Dirgoyuswo
Jawa Tengah , CN- 14 Juni 2026- Program Makan Bergizi (MBG) adalah narasi besar tentang masa depan bangsa. Namun, ketika narasi besar tersebut turun ke daerah, khususnya di Kebumen, kita tidak boleh buta. Ada aroma yang mengusik naluri publik: apakah program ini benar-benar untuk anak-anak, atau sekadar proyek bancakan yang dibungkus dengan jargon kemanusiaan?
Kebumen sedang berada di titik nadir integritas. Jika kita membedah tata kelola program ini, ada banyak lubang yang menganga. Ini bukan soal teknis semata, melainkan soal moralitas pengelola anggaran.
Mari kita bicara jujur. Penunjukan lokasi dapur dan mitra pengelola di lapangan tercium sangat tertutup. Mengapa dapur A dipilih dan bukan B? Apakah karena kompetensi, atau karena ada tiket masuk berupa setoran atau relasi politik yang tidak kasatmata? Jika sebuah proses seleksi tidak transparan, maka wajar jika publik mencium aroma gratifikasi yang menyengat.
Lalu, perhatikan pola pengadaan bahan pangan. Logika pasar sangat sederhana: harga telur, beras, dan daging memiliki standar nasional dan lokal yang fluktuatif namun terukur. Ketika angka di laporan jauh melampaui harga pasar dengan selisih yang fantastis, kita tidak sedang bicara soal efisiensi, melainkan mark-up sistemik. Apakah selisih itu untuk biaya operasional oknum tertentu? Atau memang ada keinginan untuk merampok hak gizi anak-anak kita?
Kita sering mendengar jargon audit internal. Namun, dalam praktiknya, pengawasan internal seringkali hanyalah formalitas yang tumpul. Ketika pengawas tahu ada penyimpangan namun memilih menutup mata, maka mereka adalah kaki tangan dari kejahatan sistemik tersebut.
Kebumen membutuhkan audit menyeluruh, bukan sekadar basa-basi administratif. Fokus audit harus tajam pada:
1. Kewajaran sewa bangunan dapur: Jangan sampai negara menyewa dengan harga sultan untuk bangunan yang tidak layak.
2. Validitas data penerima: Berapa banyak penerima fiktif yang namanya terdaftar namun porsinya dimakan oleh oknum?
3. Kualitas porsi: Jangan beri anak-anak kita makanan sisa atau berkualitas rendah sementara anggaran dicairkan penuh.
Tulisan ini adalah peringatan keras bagi siapa saja yang merasa terlibat dalam permainan ini. Ingatlah bahwa jejak digital dan jejak anggaran tidak bisa dihapus dengan mudah.
Kepada pemegang kebijakan di Kebumen, berhentilah menganggap program ini sebagai sumber pendapatan tambahan. Jika tidak mampu menjalankan ini dengan jujur, lebih baik mundur sebelum rakyat yang menarik mundur kalian.
Ini bukan ancaman, melainkan pengingat bahwa di balik setiap porsi makanan, ada hak anak-anak yang jika dicuri, akan menjadi beban moral dan hukum yang tidak akan pernah selesai di dunia maupun akhirat.
Publisher -Red
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










